Featured

Siswa SMPN 2 Wonosobo Bantu 11 Kambing


Latih Jiwa Sosial dan Kesiapan Berkurban

WONOSOBO – Sebanyak 11 ekor kambing kurban diserahkan siswa SMPN 2 Wonosobo kepada 11 orang panitia mewakili desa-desa di sekitar sekolah untuk agenda penyembelihan idul adha kemarin (10/8). Menurut pembina Osis sekaligus guru Agama, Amin Fatah, secara sukarela seluruh siswa melakukan iuran hingga terkumpul sejumlah uang yang kemudian dibelanjakan kambing dibantu pihak sekolah. Jumlah besaran uang iuran tidak ditentukan, bahkan dibebaskan untuk ikut atau tidak.

Lanjutkan membaca “Siswa SMPN 2 Wonosobo Bantu 11 Kambing”

Featured

Bundengan Kembali Dipetik di Australia

Dalam Kolaborasi di The Sound Of Shadows: Sugar Coated

WONOSOBO – Musisi muda sekaligus salah satu pelestari alat music Bundengan, Luqmanul Chakim kembali tampil di Melbourne Recital Centre dalam sebuah pementasan bertajuk The Sound Of Shadows: Sugar Coated, Jumat lalu (14/12). Pementasan yang digagas Bianca Ganon sebagai Direktur Artistik sekaligus composer dan Pianis juga menggandeng beberapa seniman lain termasuk Peni Candra Rini sebagai Sinden dan penari, Bungkus Art Collective yang menampilkan Shadow Puppetry, dan Jean Poole bersama Robert Jarvis sebagai creator animasi dan visual untuk konser.

Dijelaskan Luqmanul Chakim ketika dihubungi via aplikasi perpesanan pada Kamis (20/12), bahwa dirinya tidak hanya menampilkan bundengan dalam pementasan itu tetapi juga alat musik Gule Gending asal Lombok dan juga Rantok. Rantok sendiri merupakan instrument yang terbuat dari lesung sedangkan Gule Gending merupakan kemasan makanan manis mirip gulali dari Lombok yang berbunyi seperti gending.

“Konser ini menampilkan berbagai instrument yang sebenarnya tengah dalam tahapan hampir punah di Indonesia yang fungsi aslinya sebenarnya bukan alat musik, seperti halnya Bundengan yang merupakan tudung kepala untuk engon bebek, Gule Gending untuk tempat manisan, dan Rantok yang digunakan untuk menumbuk padi. Semua instrument itu terhubung dalam sebuah lingkaran yakni seputar makanan seperti beras dan manisan,” ungkap Luqman menjelaskan konsep Bianca kemarin (20/12).

Sedangkan Bianca Ganon, inisiator konser tersebut, juga memainkan gamelan dan mengusung konsep musik kontemporer. Konsep itu kemudian dipadukan dengan  kemajuan teknologi berupa visual yang diproyeksikan di layar dengan kolaborasi bersama Wayang dari Bungkus Art collective yang memukau mata penonton. Dikatakan Luqman bahwa kini di kalangan akademisi terutama bisang musik tradisional, Bundengan sudah mulai banyak mendapat perhatian. Hal itu diapresiasi Kabid Promosi wisata dinas Pariwisata Wonosobo, Endang Lisdyaningsih yang menyebut bahwa pencapaian itu juga menjadi bagian penting dari kemajuan musik asal Wonosobo.

“Kemungkinan pada Mei 2019 juga akan digelar konser yang menampilkan Bundengan. Kami bangga bisa dipentaskan di salah satu gedung pementasan terbaik di Melbourne yakni Melbourne Recital Center. Ini juga keberhasilan para musisi dan seniman muda Wonosobo seperti mas Luqman yang membawa musik tradisonal ke Australia,” ungkapnya. (win)

GEMAR MEMBACA DIMULAI DARI KELUARGA

            Sudah sering kita dengar tentang masalah minat baca masyarakat yang sedemikian rendah. Sering kita dengar pula bahwa anak-anak kita lebih suka melihat para Youtuber dan bermain game di setiap waktu luangnya. Dan komentar yang selalu kita luahkan adalah rasa prihatin dan bagaimana mencari solusi agar minat baca meningkat menuju budaya baca serta  anak-anak kita bisa lebih banyak membaca dari pada melihat produk-produk visual. Lanjutkan membaca “GEMAR MEMBACA DIMULAI DARI KELUARGA”

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai