Dalam Kolaborasi di The Sound Of Shadows: Sugar Coated
WONOSOBO – Musisi muda sekaligus salah satu pelestari alat
music Bundengan, Luqmanul Chakim kembali tampil di Melbourne Recital Centre
dalam sebuah pementasan bertajuk The Sound Of Shadows: Sugar Coated, Jumat lalu
(14/12). Pementasan yang digagas Bianca Ganon sebagai Direktur Artistik
sekaligus composer dan Pianis juga menggandeng beberapa seniman lain termasuk Peni
Candra Rini sebagai Sinden dan penari, Bungkus Art Collective yang menampilkan
Shadow Puppetry, dan Jean Poole bersama Robert Jarvis sebagai creator animasi
dan visual untuk konser.
Dijelaskan Luqmanul Chakim ketika dihubungi via aplikasi
perpesanan pada Kamis (20/12), bahwa dirinya tidak hanya menampilkan bundengan
dalam pementasan itu tetapi juga alat musik Gule Gending asal Lombok dan juga
Rantok. Rantok sendiri merupakan instrument yang terbuat dari lesung sedangkan
Gule Gending merupakan kemasan makanan manis mirip gulali dari Lombok yang
berbunyi seperti gending.
“Konser ini menampilkan berbagai instrument yang sebenarnya
tengah dalam tahapan hampir punah di Indonesia yang fungsi aslinya sebenarnya
bukan alat musik, seperti halnya Bundengan yang merupakan tudung kepala untuk
engon bebek, Gule Gending untuk tempat manisan, dan Rantok yang digunakan untuk
menumbuk padi. Semua instrument itu terhubung dalam sebuah lingkaran yakni
seputar makanan seperti beras dan manisan,” ungkap Luqman menjelaskan konsep
Bianca kemarin (20/12).
Sedangkan Bianca Ganon, inisiator konser tersebut, juga
memainkan gamelan dan mengusung konsep musik kontemporer. Konsep itu kemudian
dipadukan dengan kemajuan teknologi
berupa visual yang diproyeksikan di layar dengan kolaborasi bersama Wayang dari
Bungkus Art collective yang memukau mata penonton. Dikatakan Luqman bahwa kini
di kalangan akademisi terutama bisang musik tradisional, Bundengan sudah mulai
banyak mendapat perhatian. Hal itu diapresiasi Kabid Promosi wisata dinas
Pariwisata Wonosobo, Endang Lisdyaningsih yang menyebut bahwa pencapaian itu
juga menjadi bagian penting dari kemajuan musik asal Wonosobo.
“Kemungkinan pada Mei 2019 juga akan digelar konser yang menampilkan Bundengan. Kami bangga bisa dipentaskan di salah satu gedung pementasan terbaik di Melbourne yakni Melbourne Recital Center. Ini juga keberhasilan para musisi dan seniman muda Wonosobo seperti mas Luqman yang membawa musik tradisonal ke Australia,” ungkapnya. (win)